Bacaan Doa & Shalawat

Tata Cara Sholat Tahajud Dan Bacaannya

Surah Yang Tersusun Secara Tertib

Jenis surah ke-2 yang sering dibaca oleh Rasulullah dalam shalat tahajud adalah surah yang yang tersusun Secara tertib dalam Alquran.

Tujuannya adalah untuk murajaah atau mengulang hafalan yang dibaca,

Maka perbedaannya adalah jika jenis surah yang pertama adalah ringan, Maka jenis surah yang kedua ini adalah panjang yang tapi secara berurutan suratnya.

Bagi para penghafal Alquran mengikuti metode bacaan Rasulullah ini dapat membantu kelancaran hafalan Alqurannya.

Surah Surah Sesuai Kebutuhan

Jenis surah ke-3 yang sering digunakan Rasulullah dalam shalat tahajud adalah memilih surah-surah yang sesuai dengan keperluan atau kebutuhan.

Jenis surah ketiga inilah yang paling jarang diikuti oleh orang yang shalat tahajud seperti yang telah dilakukan oleh Rasulullah.

Jika kita sedang yang dalam fokus mencari rezeki maka bacalah ayat-ayat tentang rezeki .

Jika kita sedang fokus dalam Mencari ilmu Maka bacalah ayat-ayat yang berkaitan dengan keilmuan

Tata Cara Shalat Tahajud

  1. Niat

Bagi yang melafadzkan niat, niat sholat tahajud adalah sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatat tahajudi rok’ataini lillahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala”

  1. Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah
  2. Membaca surat Al Fatihah
  3. Membaca surat dalam Alquran.
  4. Ruku’ dengan tuma’ninah
  5. I’tidal dengan tuma’ninah
  6. Sujud dengan tuma’ninah
  7. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  8. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  9. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  10. Membaca surat Al Fatihah
  11. Membaca surat dari Alquran.
  12. Ruku’ dengan tuma’ninah
  13. I’tidal dengan tuma’ninah
  14. Sujud dengan tuma’ninah
  15. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  16. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  17. Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
  18. Salam
  19. Doa yang dianjutkan yaitu :

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Rabbanaa aatinaa fid dunya hasanatan, wa – fil aakhirati hasanatan, waqinaa adzaaban naar.”

Artinya :

“Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksaan api neraka”.

Atau anda bisa juga membaca redaksi doa lain sebagaimana hadis Bukhari bahwa Rasulullah membaca doa:

اللَّهُمَّ لكَ الحَمْدُ أنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ والأرْضِ ومَن فِيهِنَّ، ولَكَ الحَمْدُ لكَ مُلْكُ السَّمَوَاتِ والأرْضِ ومَن فِيهِنَّ، ولَكَ الحَمْدُ أنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ والأرْضِ ومَن فِيهِنَّ، ولَكَ الحَمْدُ أنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ والأرْضِ، ولَكَ الحَمْدُ أنْتَ الحَقُّ ووَعْدُكَ الحَقُّ، ولِقَاؤُكَ حَقٌّ، وقَوْلُكَ حَقٌّ، والجَنَّةُ حَقٌّ، والنَّارُ حَقٌّ، والنَّبِيُّونَ حَقٌّ، ومُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ حَقٌّ، والسَّاعَةُ حَقٌّ

اللَّهُمَّ لكَ أسْلَمْتُ، وبِكَ آمَنْتُ، وعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وإلَيْكَ أنَبْتُ، وبِكَ خَاصَمْتُ، وإلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لي ما قَدَّمْتُ وما أخَّرْتُ، وما أسْرَرْتُ وما أعْلَنْتُ، أنْتَ المُقَدِّمُ، وأَنْتَ المُؤَخِّرُ، لا إلَهَ إلَّا أنْتَ ولَا حَوْلَ ولَا قُوَّةَ إلَّا باللَّهِ

” Allahumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardli wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqa’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan naru haq. Wan nabiyyuna haq. Wa Muhammadun shallallahu alaihi wasallama haq. Was sa’atu haq.”

” Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu. Faghfirli ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a’lantu, wa ma anta a’lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. La ilaha illa anta. Wa la haula, wa la quwwata illa billah.”

Artinya:

” Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.”

” Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

Laman sebelumnya 1 2
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker