Kajian Umum

Hadits Tentang Cinta Beserta Tulisan Arab

Bahasaarab.ahmadalfajri.comHadits Tentang Cinta Beserta Tulisan Arab

Hadits Tentang Cinta Beserta Tulisan Arab
Hadits Tentang Cinta Beserta Tulisan Arab

Cinta adalah sebuah tema yang menjadi pembahasan cukup menarik dan juga cukup penting.

Dalam syariat, cinta itu menjadi sebuah patokan tentang kesempurnaan iman seseorang.

Bagi kaum milenial, Cinta adalah sebuah pembahasan yang cukup indah.

Pembahasan tentang cinta adalah pembahasan tentang kebahagiaan dan juga kesedihan.

Orang yang sedang mencintai pasti akan bahagia.

Sebaliknya, orang yang sudah kehilangan cinta pasti akan merasa sedih.

Dalam pandangan syariat, cinta itu adalah fitrah manusia.

Ada aturan-aturan hukum yang telah ditetapkan agar cinta sebagai Fitrah tersebut menjadi halal.

Nabi Muhammad sebagai Uswatun Hasanah sudah memberikan teladan betapa beliau menebarkan cinta dan kasih sayang kepada umatnya.

Dan yang perlu digarisbawahi adalah cinta yang dapat membawa ke dalam surga adalah cinta yang lahir karena Allah Ta’ala.

Adapun cinta yang di dalamnya terdapat pelanggaran dengan norma-norma agama maka cinta itu akan berakhir di dalam neraka.

Pada artikel kali ini, kami akan membagikan beberapa hadits rasulullah yang berkaitan dengan cinta.

Hadis-hadis ini sangat perlu untuk anda baca dan juga Anda bagikan kepada orang lain yang anda kenal.

Dengan harapan agar cinta yang ada pada setiap pribadi manusia akan menjadi sebagai tanda keimanan sejati.

Di bawah ini adalah kumpulan hadits Nabi Muhammad tentang cinta.

1. Mencintai Saudara

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Artinya:

“Tidak beriman salah seorang dari kalian sampai mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri”. (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Nabi Dianugrahi Cinta

عن عائشة رضي الله عنها قالت: ما غرت على نساء النبي صلى الله عليه وسلم إلا على خديجة وإني لم أدركها قالت: وكان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا ذبح الشاة فيقول: أرسلوا بها إلى أصدقاء خديجة قالت: فأغضبته يوماً فقلت: خَديجة فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إِنِّي قَدْ رُزِقْتُ حُبَّهَا

Artinya:

Dari ‘Aisyah dia berkata: Saya tidak pernah merasa cemburu kepada para istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain kecuali kepada Khadijah, meskipun ia tidak hidup semasa dengan saya.

Pernah, pada suatu hari, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelih seekor kambing, beliau berkata: ‘Berikanlah sebagian daging kambing kepada teman-teman Khadijah! ‘ maka saya marah kepada Rasulullah sambil berkata: Khadijah?” Lalu beliau menjawab: “Sesungguhnya aku benar-benar telah dianugerahi cinta Khadijah”. (HR. Muslim)

3. Tidaklah Beriman Kecuali Cinta

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا

Artinya:

“Demi Dzat yang jiwaku dalam genggamannya. Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak akan (sempurna) beriman sampai kalian saling mencintai”. (HR. Muslim)

4. Ketika Pemabuk Mencintai Allah

حين رأى الرسول أن الصحابة يلعنون رجلاً من القوم يشرب الخمر فقال عليه الصلاة والسلام: لَا تَلعَنُوه، فَوَاللَّه مَا عَلِمتُ إِلَّا أنَّهُ يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

Artinya:

Suatu ketika, Rasulullah SAW melihat sahabat melaknat seorang laki-laki yang meminum khamr. Dan Rasulullah SAW berkata:

“Janganlah kalian laknat dia, demi Allah, aku tahu bahwa laki-laki ini mencintai Allah dan Rasul-Nya”. (HR. Bukhari)

5. Mengungkapkan Cinta

إِذَا أَحَبَّ أَحَدُكُمْ صَاحِبَهُ فَلْيَأْتِهِ فِي مَنْزِلِهِ فَلْيُخْبِرْهُ أَنَّهُ يُحِبُّهُ

Artinya:

“Apabila salah seorang di antara kalian mencintai saudaranya, maka datanglah ke rumahnya, lalu beritahu ia bahwa engkau mencintainya.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad)

6. Cinta Dalam Pernikahan

مَا رَأَيتُ لِلمتَحَابّينَ مِثْلَ النِّكَاحِ

Artinya:

“Tidak pernah kulihat bagi dua orang yang saling mencintai semisal (cinta dalam) pernikahan”. (HR. Baihaqi)

7. Bersama Orang Dicintai

الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ وَأَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

Artinya:

“Seseorang akan bersama dengan orang yang ia cintai. Dan engkau akan bersama orang yang engkau cintai.” (HR. Tirmidzi)

8. Mencintai Siapa Saja Karena Allah

يَآأَيُّهَا النَّاسُ اسْمَعُوْا وَاعْقِلُوْا وَاعْلَمُوْا أَنَّ لِلّٰهِ عَزَّ وَجَلَّ عِبَادًا لَيْسُوْا بِأَنْبِيَاءَ وَلَا شُهَدَاءَ يَغْبِطُهُمُ الْأَنْبِيَاءُ وَالشُّهَدَاءُ عَلَى مَجَالِسِهِمْ وَقُرْبِهِمْ مِنَ اللهِ

فَجَاءَ رَجُلٌ مِنَ الْأَعْرَابِ مِنْ قَاصِيَةِ النَّاسِ وَأَلْوَى بِيَدِهِ إِلَى نَبِيِّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا نَبِيَّ اللهِ نَاسٌ مِنَ النَّاسِ لَيْسُوْا بِأَنْبِيَاءَ وَلَا شُهَدَاءَ يَغْبِطُهُمُ الْأَنْبِيَاءُ وَالشُّهَدَاءُ عَلَى مَجَالِسِهِمْ وَقُرْبِهِمْ مِنَ اللهِ انْعَتْهُمْ لَنَا يَعْنِيْ صِفْهُمْ لَنَا

فَسُرَّ وَجْهُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِسُؤَالِ الْأَعْرَابِيِّ

فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُمْ نَاسٌ مِنْ أَفْنَاءِ النَّاسِ وَنَوَازِعِ الْقَبَائِلِ لَمْ تَصِلْ بَيْنَهُمْ أَرْحَامٌ مُتَقَارِبَةٌ تَحَابُّوْا فِي اللهِ وَتَصَافَوْا يَضَعُ اللهُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنَابِرَ مِنْ نُوْرٍ فَيُجْلِسُهُمْ عَلَيْهَا فَيَجْعَلُ وُجُوْهَهُمْ نُوْرًا وَثِيَابَهُمْ نُوْرًا يَفْزَعُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يَفْزَعُوْنَ وَهُمْ أَوْلِيَاءُ اللهِ الَّذِيْنَ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

Artinya:

“Wahai sekalian manusia! Dengar, pahami dan ketahuilah bahwa Allah Azza wa Jalla memiliki hamba-hamba, mereka bukan para Nabi ataupun Syuhada (orang-orang yang mati syahid), akan tetapi para Nabi dan Syuhada merasa iri pada mereka karena tempat dan kedekatan mereka dengan Allah pada hari Kiamat”.

Kemudian, salah seorang Badui datang, dia berasal dari pedalaman jauh dan menyendiri, dia menunjuk tangannya ke arah Nabi SAW seraya berkata: “Wahai Nabi Allah! Sekelompok orang yang bukan para Nabi ataupun Syuhada tetapi para Nabi dan Syuhada merasa iri kepada mereka karena kedudukan dan kedekatan mereka dengan Allah, sebutkan ciri-ciri mereka untuk kami?”

Wajah Rasulullah SAW bergembira karena pertanyaan orang Badui itu,

lalu Rasulullah SAW bersabda: “Mereka adalah orang-orang yang berasal dari berbagai penjuru dan orang-orang asing, diantara mereka tidak dihubungkan oleh kekerabatan yang dekat, mereka saling mencintai karena Allah dan saling tulus ikhlas, Allah menempatkan untuk mereka mimbar-mimbar dari cahaya pada hari Kiamat, Allah mendudukan mereka diatasnya, Allah menjadikan wajah-wajah mereka bercahaya, pakaian-pakaian mereka bercahaya, orang-orang ketakutan pada hari Kiamat sementara mereka tidak ketakutan, mereka adalah para wali-wali Allah yang tidak takut dan tidak bersedih hati.” (HR. Ahmad)

9. Dicintai Allah

Rasulullah SAW bersabda kepada salah seorang sahabatnya:

إِنَّ فِيْكَ خَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ الْحِلْمُ وَالأَنَاةُ

Artinya:

”Sesungguhnya kamu mempunyai dua akhlak yang sangat dicintai Allah dan Rasul-Nya, yaitu sifat al-hilm (mampu menahan emosi) dan al-anah (sikap tenang dan tidak tergesa-gesa).” (HR.Muslim)

10. Mencintai Khadijah

وَرَوَى أَحْمَدُ وَالطَّبَرَانِي مِنِ طَرِيْقِ مَسْرُوْق عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ :

كَانَ رسول الله صلى الله سلم لَا يَكَادُ يَخْرُجُ مِن الْبَيْتِ حَتَّى يَذْكُرُ خَدِيْجَةَ فَيُحُسِنُ الثَّنَاءَ عَلَيْهَا، فَذَكَرَهَا يَوْمًا مِن الْأَيَّامِ،

فَأَخَذَتْنِي الغِيْرَةُ فَقُلْتُ: هَلْ كَانَتْ اِلَّا عَجُوْزًا قَدْ اَبْدَلَكَ الله خَيْرًا مِنْهَا؟.

فَغَضَبَ ثُمَّ قَالَ: لَا واللهِ مَا أَبْدَلَنِي اللهُ خَيْرًا مِنْهَا، آمَنَتْ إِذْ كَفَرَ النَّاسُ، وَصَدَّقَنِي اِذْ كَذَّبَنِي النَّاسُ، وَوَاسَتْنِي بِمَالِهَا إِذْ حَرَّمَنِي النَّاسُ، وَرَزَقَنِي اللهُ مِنْهَا الوَلَدُ دُوْنَ غَيْرِهَا مِنَ النِّسَاءِ.

Artinya:

Imam Ahmad dan Thabrani meriwayatkan dari Masruq dari Aisyah. Aisyah berkata:

“Rasulullah itu hampir tidak keluar rumah kecuali menyebut Khadijah dan memuji-mujinya.

Aku pun cemburu, lalu berkata pada beliau: ‘Bukankah dia hanya perempuan tua yang telah diganti oleh Allah dengan yang lebih baik?’

Beliau pun lalu marah. Kemudian berkata: ‘Demi Allah, Allah tidak menggantinya dengan yang lebih baik. Dia beriman di saat orang-orang masih kufur. Dia mempercayaiku di saat yang lain mendustakanku.

Dia membantuku di saat yang orang-orang menghalangiku. Allah telah memberikan rizki anak melalui dia dan tidak melalui yang lain’.

Kemudian Aisyah berkata: “Dalam hati aku berkata, ‘aku tidak akan menyebut Khadijah dengang sesuatu yang buruk selamanya'”. (HR Ahmad dan Thabrani)

Demikian saja artikel yang dapat kami bagikan tentang kumpulan Hadits Tentang Cinta Beserta Tulisan Arab. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker