Kitab Tijan Darori Syekh Nawawi Albantani
Bahasaarab.ahmadalfajri.com – Kitab Tijan Darori Syekh Nawawi Albantani

Ada sebuah kitab di bidang ilmu tauhid yang dikarang oleh ulama Nusantara dan hingga sekarang menjadi salah satu kitab wajib di berbagai pesantren di Indonesia.
Kitab tersebut berjudul tijan addarori ala Risalah al-bajuri karya Syekh Nawawi bin Umar Al Bantani.
Dari judulnya sudah dapat kita pahami bahwa kitab tijan darori adalah syarahan atas kitab risalah Fi tauhid yang disusun oleh Syekh Ibrahim bin Muhammad Al bayjuri.
Syekh Ibrahim Al Bajuri adalah seorang ulama Mesir dan juga pernah menjabat sebagai Rektor Al Azhar.
Isi kitab tijan darori adalah berkaitan dengan Tauhid.
Aqidah tauhid yang dijabarkan dalam kitab tijan darori adalah bermanhaj dengan aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah.
Pada artikel kali ini kami akan membagikan kitab tijan addarori dalam bentuk PDF dan juga terjemahan dalam bahasa Indonesia.
Download Kitab Tijan Darari
Spesifikasi Kitab Tijan ad-Darori (PDF)
Nama Kitab: Tijan ad-Darori ‘ala Risalah al-Bajuri (PDF)
Pengarang: Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani (w. 1316 H / 1898 M)
Penerbit: al-Maktabah al-Hasyimiyah
Tahun Terbit: 2013
Kota Terbit: Istanbul, Turki
ISBN: 978-605-5078-96-6
Judul Arab:
تيجان الدراري على رسالة الباجوري في التوحيد
Terjemah Kitab Tijan ad-Darori Indonesia
Di bawah ini adalah terjemahan kitab tijan darari dalam bahasa Indonesia secara lengkap dan mudah dipahami.
Silakan dibaca, disimak dan dihafal
Mukaddimah
تيجان الدراري
Tijan Al Darari
بسم الله الرحمن الرحيم
Bismillahirohmanirohim
الحمد لله رب العالمين
Alhamdulillahirobbilalamin
و الصلاة و السلام على رسول الله صلى الله عليه و سلم
Washolatu wassalamu ala rasulillahi Shallallahu Alaihi Wasallam
.ََوبعد
Waba’du
Berkatalah seorang yang faqir dari rahmat Tuhannya Yang Maha Waspada dan Maha Melihat, yakni Ibrahim al-Bajuri pemilik sifat lalai.
Beberapa saudara-saudaraku (semoga Allah memberi kebaikan situasi dan kondisi padaku dan pada mereka) meminta supaya aku menuliskan untuk mereka sebuah risalah yang isinya memuat sifat-sifat Allah, perlawanannya, dan sifat yang boleh bagi Allah Ta’ala. Serta sifat yang wajib bagi para Rasul, yang mustahil bagi para Rasul, serta sifat yang boleh.
Maka aku penuhi permintaan mereka. Maka aku berkata :
وبالله التوفيق
Wajib kepada setiap mukallaf (muslim yang baligh lagi berakal) untuk mengetahui perkara yang wajib pada Allah Ta’ala, perkara yang mustahil, serta perkara yang boleh ada.
Sifat Wajib Dan Mustahil Bagi Allah
Maka wajib pada Allah Ta’ala sifat (al-Wujud/ada) :
الوجود
Lawannya yaitu sifat (al-‘adam artinya tiada)
العدم
Dan dalil atas Allah Ta’ala itu ada yaitu adanya semua ciptaan (alam semesta beserta isinya baik yang nyata maupun yang ghaib dsb.).
Dan wajib pada Allah Ta’ala, sifat (al-qidam/terdahulu)
القدم
Artinya yaitu tiada permulaan bagi Allah Ta’ala. Lawannya yaitu sifat (al-Huduts/baru)
الحدوث
Dan dalil atas Allah Ta’ala terdahulu yaitu, jikalau Allah adalah sesuatu yang baru, maka tentu Allah membutuhkan terhadap pembaharu. Dan itu mustahil.
Dan wajib pada Allah Ta’ala, sifat(al-baqa/kekal)
البقاء
Artinya sesungguhnya Allah Ta’ala tiada akhirnya.
Dan dalil atas kekalnya Allah Ta’ala yaitu, jikalau Allah adalah sesuatu yang binasa (al-fana), maka tentu Allah merupakan sesuatu yang baru. Dan itu mustahil.
Dan wajib pada Allah Ta’ala, sifat (mukholafah lil hawadisi/berbeda dengan makhluk)
مخالفة للحوادث
Artinya sesungguhnya Allah Ta’ala tiada serupa dengan para makhluk.
Allah tidak ada tangan, tiada mata, tiada telinga, dan tiada yang lainnya dari sifat-sifat para makhluk.
Lawannya yaitu sifat (al-mumatsalah/serupa)
المماثلة
Dan dalil atas berbedanya Allah Ta’ala dengan makhluk yaitu, sesungguhnya jikalau Allah merupakan sesuatu yang serupa dengan makhluk, maka tentu Allah merupakan sesuatu yang baru. Dan itu mustahil.
Dan wajib pada Allah Ta’ala, sifat (al-qiyaam bi al-nafs/berdiri sendiri)
القيام بالنفس
Artinya sesungguhnnya Allah Ta’ala tidak membutuhkan tempat dan tidak pula butuh terhadap yang mewujudkan.
Lawannya yaitu sifat (al-ihtiyaj/butuh) terhadap tempat dan yang mewujudkan
الإحتياج
Dan dalil atas Allah Ta’ala berdiri sendiri yaitu, sesungguhnya jikalau Allah Ta’ala membutuhkan pada tempat maka Allah merupakan sifat. Dan Allah merupakan sifat itu adalah mustahil.
Dan jikalau Allah membutuhkan terhadap yang mewujudkan, maka tentu Allah merupakan sesuatu yang baru. Dan Allah merupakan sesuatu yang baru itu mustahil.
Dan wajib pada Allah Ta’ala, sifat (al-wahdaniyat/tunggal) dalam dzat-Nya, dan dalam sifat-sifat-Nya, dan dalam perbuatan-perbuatan-Nya.
الوحدانية
Arti tunggal dalam dzat-Nya yaitu, sesungguhnya Allah tidak tersusun dari bagian-bagian yang berbilang. Dan arti tunggal dalam sifat-sifat-Nya yaitu, sesungguhnya tiada dua sifat atau lebih pada Allah dari satu jenis sifat seperi adanya dua kekuasaan.
Begitupun pada yang lain tiada satu sifat pun yang menyerupai terhadap sifat Allah Ta’ala.
Dan arti tunggal dalam perbuatan-perbuatan-Nya, yaitu tiada bagi yang lain suatu perbuatan dari sebagian perbuatan-perbuatan Allah.
Lawannya yaitu sifat (at-ta’addud/berbilang)
التعدد
Dan dalil atas tunggalnya Allah Ta’ala yaitu, sesungguhnya jikalau Allah merupakan sesuatu yang banyak/berbilang, maka tidak akan dijumpai sesuatu pun dari ciptaan-ciptaan-Nya.
Dan wajib pada Allah Ta’ala, sifat (al-Qudrat/berkuasa)
القدرة
Yaitu suatu sifat tedahulu yang ada pada Allah Ta’ala yang dengannya Allah mewujudkan dan meniadakan.
Lawannya yaitu sifat (al-Ajz/lemah)
العجز
Dan dalil bahwa Allah Ta’ala berkuasa yaitu, sesungguhnya jikalau Allah lemah, maka tidak akan dijumpai sesuatu pun dari ciptaan-ciptaan-Nya.
Dan wajib pada Allah Ta’ala, sifat (al-Iradat/berkehendak)
الإرادة
Yaitu suatu sifat tedahulu yang ada pada Allah Ta’ala yang dengannya Allah menentukan sesuatu yang mungkin ada atau tiada, kaya atau miskin, tahu atau ketidaktahuan, dan lain sebagainya.
Lawannya yaitu sifat (al-karohah/terpaksa/tiada berkehendak)
الكراهة
Dan dalil atas Allah Ta’ala berkehendak yaitu, sesungguhnya jikalau Allah terpaksa/tiada berkehendak, maka tentulah Allah lemah. Dan Allah lemah itu mustahil.
Dan wajib pada Allah Ta’ala, sifat (al-ilmu/tahu)
العلم
Yaitu sifat tedahulu yang ada pada Allah Ta’ala yang dengannya Allah mengetahui setiap perkara.
Lawannya yaitu sifat (al-jahl/bodoh)
الجهل
Dan dalil atas Allah Ta’ala tahu yaitu, sesungguhnya jikalau Allah bodoh, maka tidaklah Allah merupakan yang berkehendak. Dan itu mustahil.
Dan wajib pada Allah Ta’ala, sifat (al-Hayat/hidup)
الحياة
Yaitu sifat tedahulu yang ada pada Allah Ta’ala yang membenarkan kepada Allah atas adanya sifat al-ilmu dan sifat-sifat lainnya.
Lawannya yaitu sifat (al-Maut/mati)
الموت
Dan dalil atas Allah Ta’ala hidup yaitu, sesungguhnya jikalau Allah mati, maka tidaklah Allah merupakan dzat yang berkuasa, tidak pula yang berkehendak, tidak pula yang berpengetahuan. Dan itu mustahil.
Dan wajib pada Allah Ta’ala, sifat as-Sama’/mendengar) dan (al-Bashor/ melihat)
السمع – البصر
Yaitu dua sifat tedahulu yang keduanya ada pada Allah Ta’ala yang dengan keduanya bisa tersingkap perwujudan.
Lawannya yaitu sifat (as-Shomam/tuli) dan (al-Umy/buta)
العمي – الصمم
Dan dalil atas Allah Ta’ala mendengar dan melihat yaitu firman Allah Ta’ala
وهو السميع البصير
Dan wajib pada Allah Ta’ala, sifat (al-Kalam/berfirman)
الكلام
Yaitu suatu sifat tedahulu yang ada pada Allah Ta’ala. Dan fiman ini bukanlah dengan huruf dan bukan dengan suara.
Lawannya yaitu sifat Al-Bukm yaitu (al-hirsy/bisu)
البكم
Dan dalil atas Allah Ta’ala berfirman yaitu firman Allah Ta’ala
وكلم الله موسى تكليما
Dan wajib pada Allah Ta’ala, sifat (kaunuhu qadiran/adanya Allah berkuasa)
كونه قادرا
Lawannya yaitu sifat (kaunuhu ajizan/ adanya Allah yang lemah)
كونه عاجزا
Dan dalil atas adanya Allah Ta’ala itu yang berkuasa yaitu dalil sifat al-Qudrat.
Dan wajib pada Allah Ta’ala, sifat (kaunuhu muridan/adanya Allah yang berkehendak)
كونه مريدا
Lawannya yaitu sifat (kaunuhu karihan/adanya Allah yang terpaksa)
كونه كارها
Dan dalil atas adanya Allah Ta’ala yang berkehendak yaitu dalil sifat al-iradat.
Dan wajib pada Allah Ta’ala, sifat (kaunuhu aliman/adanya Allah yang mengetahui)
كونه عالما
Lawannya yaitu sifat (kaunuhu jahilan/adanya Allah yang bodoh)
كونه جاهلا
Dan dalil atas adanya Allah Ta’ala yang mengetahui yaitu dalil sifat al-‘Ilmu.
Dan wajib pada Allah Ta’ala, sifat (kaunuhu hayyan/adanya Allah yang hidup)
كونه حيا
Lawannya yaitu sifat (kaunuhu mayyitan/adanya Allah yang mati)
كونه ميتا
Dan dalil atas adanya Allah Ta’ala yang hidup yaitu dalil sifat al-Hayyat.
Dan wajib pada Allah Ta’ala, sifat (kaunuhu samii’an/adanya Allah yang mendengar) dan sifat (kaunuhu bashiiran/adanya Allah yang melihat)
كونه سميعا – كونه بصيرا
Lawannya yaitu sifat (kaunuhu ashoma/adanya Allah yang tuli) dan sifat (kaunuhu a’ma/adanya Allah yang buta)
كونه أصم – كونه اعمى
Dan dalil atas adanya Allah Ta’ala yang mendengar dan melihat yaitu dalil sifat as-Sama’ dan dalil sifat al-Bashor.
Dan wajib pada Allah Ta’ala, sifat (kaunuhu mutakalliman/adanya Allah yang berfirman)
كونه متكلما
Lawannya yaitu sifat (kaunuhu abkama/adanya Allah yang bisu)
كونه ابكم
Dan dalil atas adanya Allah Ta’ala yang berrfirman yaitu, dalil sifat al-Kalam.
Sifat Jaiz
Dan (ja’iz/ boleh) pada Allah Ta’ala melakukan setiap yang mungkin atau membiarkannya
الجائز
Dalil atas ini yaitu jikalau melakukan atau membiarkan sesuatu adalah wajib atas Allah SWT maka perkara yang ja’iz tersebut juga menjadi wajib atau mustahil. Dan hal itu mustahil.
Sifat Wajib Pada Rasul
Dan wajib pada para Rasul ~alaihissholatu wassalam~ sifat (as-Shiddiq/ benar)
الصديق
Dan lawannya yaitu sifat (al-kidzb/ bohong)
الكذب
Dan dalil atas ini yaitu sesungguhnya jikalau mereka para Rasul berbohong niscaya adanya berita Allah Ta’ala pun itu bohong. Dan itu mustahil.
Dan wajib pada para Rasul ~alaihissholatu wassalam~ sifat (al-Amanah/ terpercaya)
الأمانة
Dan lawannya yaitu sifat (al-Khiayanat/ berhianat)
الخيانة
Dan dalil atas ini yaitu sesungguhnya jikalau mereka para Rasul berkhianat dengan berbuat yang diharamkan atau dibenci niscaya kita semua diperintah serupa.
Dan kita diperintah terhadap yang diharamkan atau dimakruhkan itu tidak benar.
Dan wajib pada para Rasul ~alaihissholatu wassalam~ sifat (tablig/ menyampaikan perkara yang telah diperintahkan terhadap mereka untuk menyampaikannya kepada makhluk)
تبليغ
Dan lawannya yaitu sifat (kitman/ menutup-nutupi)
كتمان
Dan dalil atas ini yaitu sesungguhnya jikalau mereka para Rasul menutup-nutupi suatu perkara yang telah diperintahkan terhadap mereka untuk disampaikan, niscaya kita diperintah untuk menyembunyikan itu.
Dan tidak benar kita diperintah untuk itu. Karena sesungguhnya orang yang menutup-nutupi pengetahuan itu dilaknat.
Dan wajib pada para Rasul ~alaihissholatu wassalam~ sifat (al-fathonah/ cerdas)
الفطانة
Dan lawannya yaitu sifat (al-biladah/ bodoh)
البلادة
Dan dalil atas ini yaitu sesungguhnya jikalau mereka para Rasul tiada kecerdasan niscaya mereka tidak akan sanggup membuat hujjah terhadap para lawan/musuh. Dan itu mustahil.
Karena al-Qur’an menunjukan di banyak tempat atas penegakan para Rasul terhadap hujjah kepada lawan/musuh.
Sifat Jaiz Pada Rasul
Dan jaiz/boleh pada para Rasul ~alaihissholatu wassalam~ sifat (al-A’rod al-Basyariyah/manusiawi) yang tidak menimbulkan kekurangan pada martabat mereka yang luhur ~alaihissholatu wassalam~.
الأعراض البشرية
Penutup
Wajib pada lelaki atau perempuan untuk tahu nasab/silsilah Nabi SAW dari pihak ayahnya dan dari pihak ibunya.
Adapun nasab Nabi SAW dari pihak ayahnya maka dia, baginda kita semua Nabi Muhammad adalah :
- putra Abdullah,
- putranya Abdul Mutholib,
- putranya Hasyim,
- putranya Abdu Manaf,
- putranya Qushoy ,
- putranya Kilab,
- putranya Murroh,
- putranya Ka’ab,
- putranya Lu-ay,
- putranya Ghalib,
- putranya Fihr,
- putranya Malik,
- putranya Nadlir,
- putranya Kinanah,
- putranya Hujaimah,
- putranya Mudrikah,
- putranya Ilyas,
- putranya Mudlor,
- putranya Nizar,
- putranya Mu’ad,
- putranya Adnan.
Dan tidak ada nasab/ silsilah sesudah Adnan sampai Adam AS berdasarkan perjalanan shahih dalam penukilan.
Adapun nasab Nabi SAW dari pihak ibunya maka dia, baginda kita semua Nabi Muhammad adalah :
- putra Aminah,
- putrinya Wahab,
- putranya Abdu Manaf,
- putranya Zuhroh,
- putranya Kilab.
Maka berkumpulah Aminah beserta Nabi SAW pada eyangnya Kilab.
Dan dari sebagian perkara yang wajib untuk diketahui yaitu sesungguhnya Nabi memiliki Haudl/ danau.
Dan sesungguhnya nabi SAW akan memberi syafaat saat di Fashl al-Qodlo (penghakiman yang akan memisah manusia). Dan Syafaat ini dikhususkan kepada Nabi SAW.
Dan juga dari sebagian perkara yang wajib diketahui yaitu harus mengetahui para Rasul yang disebutkan dalam Al-Qur’an secara rinci.
Adapun selain para Rasul tersebut, maka wajib bagi seseorang untuk mengetahuinya secara keseluruhan.
Dan sungguh telah menadhomkan sebagian ulama untuk nabi-nabi yang wajib mengetahuinya secara rinci. Maka mereka berkata:
حَتْمٌ عَلَى كُلِّ ذِي التَّكْلِيفِ مَعْرِفَةُ # بِأَنْبِيَاءٍ عَلَى التَّفْصِيلِ قَدْ عُلِمُوا
“Mesti kepada setiap mukalaf mengenal Nabi-Nabi secara rinci yang telah diketahui dalam hujjah kita.
فِي تِلْكَ حُجَّتُنَا مِنْهُمْ ثَمَانِيَةٌ # مِنْ بَعْدِ عَشْرٍ وَيَبْقَى سَبْعَةٌ وَهُمُوا
Sebagian mereka ada 18 dan sisanya ada 7 yaitu
إدْرِيسُ هُودٌ شُعَيْبٌ صَالِحٌ وَكَذَا ذُو الْكِفْلِ آدَم بِالْمُخْتَارِ قَدْ خُتِمُوا
Idris, Hud, Syuaib, Sholih, begitu juga zulkifli, adam. Yang diakhiri oleh sosok pilihan Nabi Muhammad”
Dan juga dari sebagian perkara yang wajib diyakini yaitu bahwa sesungguhnya kurun/masa Rasulullah adalah masa yang paling unggul. Kemudian kurun sesudahnya, kemudian kurun sesudahnya lagi.
Anak Anak Nabi
Dan seyogiyanya bagi seseorang untuk tahu anak-anak Nabi SAW. Dan mereka berdasarkan riwayat yang shahih yaitu :
- Syaid Al-Qasim,
- Syaidah zainab,
- Syaidah Ruqayah,
- Syaidah Fatimah,
- Syaidah Ummi kulsum,
- Syaid Abdullah yang dijuluki At-Thoyyib dan At-Thohir,
- Syaid Ibrahim.
Dan mereka semua dilahirkan dari Syaidah Khodijah Al-Kubra Al-Ibrahim. Dan yang dilahirkan dari Mariah yaitu Al-Qibthiyah.
Inilah akhir dari sesuatu yang telah Allah mudahkan karena keutamaan-Nya dan kemuliaan-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, shalawat dan salam semoga terlimpah pada Baginda kita Muhammad, dan kepada keluarganya, dan para Sahabatnya.
Demikian artikel yang dapat kami bagikan tentang kitab tijandarari dan terjemahan dalam bahasa Indonesia semoga bermanfaat dan terima kasih.





2 Comments